Ternyata, Pemakaman Umum!
Pagi ini seperti biasa gua bangun pagi2 sekali, sedikit bantu-bantu istri. Selepas Shalat Shubuh, gua ijin ma Istriku tuk bersepeda sebentar sebelum berangkat kerja. Sekitar pkl.05.05 gua keluarkan si Biru untuk membuat gua mengeluarkan keringat di pagi hari. Gua bingung mesti jalan kemana, keingetan, di daerah tempat gua tinggal, masih dikelilingi oleh perkampungan dan persawahan serta ada aliran irigasi, akhirnya gua coba keliling2 kampung yang nantinya akan melewati persawahan dan aliran irigasi tersebut.
Terasa dingin memang, tapi nikmatnya luar biasa bisa menikmati udara pagi yang segar dengan bersepeda. Setelah gua lalui perkampungan serta persawahan, karena masih ada banyak waktu akhirnya gua putuskan untuk Gowes si biru di pinggiran irigasi, suasana dan udaranya tidak kalah sejuk dengan area persawahan yang tadi gua lewati, gua bisa mendengarkan aliran air irigasi yang mengalir sambil melihat pohon2 disekililing yang sangat rindang dan asri.
Kurang lebih sudah sekitar 15 menit gua Gowes dipinggiran irigasi tersebut dan keringatpun sudah bertambah banyak, tiba2 di depan (+ 20 meter) gua melihat ada jembatan kecil yang terbuat dari anyaman bamboo, dan setelah melewati jembatan tersebut gua liat ada tanjakan yang lumayan, gua sempat berpikir “gua coba atau gua lurus terus” ternyata pilihan gua adalah “gua coba”, gua ambil ancang2 gua genjot si biru dengan tenaga lebih lalu kubelokan untuk melalui jembatan kecil tersebut dan terus gua genjot supaya gua bisa melewati tanjakan tersebut. Akhirnya……jembatan dari anyaman bamboo berhasil gua lewatin, tanjakanpun berhasil gua naiki, pas sesampainya diatas gua terperanjat kaget, lucu bercampur semuanya, ternyata……..setelah melalui tanjakan tersebut tidak ada lagi jalan yang bisa gua lalui, semuanya yang gua lihat adalah batu nisan alias TANAH PEMAKAMAN, waktu itu menunjukan pkl. 05.40 gua akhirnya balik badan dan langsung gowes tuk pulang.
Disepanjang perjalanan terus kepikiran, koq bisa ya….!, mungkin Allah memberikan petunjuk lewat jalan tersebut bahwa Gua atawa Lo semua (yang lagi baca ni artikel) mesti inget sama yang namanya maut alias kematian dan juga mesti hati2 dijalan pake semua perlengkapan yang memang mesti lo pake (helmet sangat penting, dan lebih penting lagi Berpakaian..he..he..he..), sesampainya dirumah gua istirahat sebentar sambil minum teh manis anget dan gua ceritain itu semua ke istri gua, habis itu gua mandi lagi, pake baju trus berangkat kerja deh.
True story dari Gua