Bingung gak ada kegiatan, dirumah pas lagi sendirian juga (Anak lagi liburan sekolah, jadi lagi pada nginep dirumah mertua).
Ya sudah, akhirnya kukeluarkan tungganganku untuk menemaniku Gowes disore hari.
S
ore itu aku niatkan untuk menyusuri pinggiran irigasi besar, ku kayuh sepedaku menyusuri pinggiran irigasi yang akhirnya membawa aku kesebuah Pintu Air Leuweung Seureuh, yang mana pintu air tersebut akan membagi aliran irigasi dari
walahar yang akan disalurkan ke arah Johar dan ke arah blendung.
Istirahat sejenak sambil ngambil beberapa gambar disana, lalu kulanjutkan gowes memasuki area pemukiman, sempat kutanya kepada salah seorang warga disana yang kebetulan lagi melintas, katanya nama Desa tersebut adalah desa Buniaga, kukayuh sepedaku menyusuri wilayah perkampungan Buniaga tersebut yang akhirnya mengantarkan aku kedesa berikutnya yaitu desa Bengle.
Desa benglepun kulalui, ya..sepanjang perjalanan beberapa kali kutemu aliran sungai2 kecil yang juga banyak penduduk sekitar sedang cuci & mandi, serta hamparan sawah yang hijau.
Banyak pohon yang rindang menambah sejuk udara sore hari itu.
Tidak terasa ditengah perjalanan aku menemukan perempatan jalan, bingung mesti milih yang mana ???, kebetulan ada Ibu2 lewat lalu kutanya.
Aku : Bu ma’af numpang nanya, kalau jalan kesebelah kanan
itu kearah mana ya Bu ? trus kalau yang lurus kemana ??
Si Ibu : Oh..kalau kekanan, nanti keluarnya ke Perum. Citra
Kebun Mas, kalau lurus nanti akan ketemu irigasi gede.
Aku : Makasih ya Bu (dengan melanjutkan perjalanan. yang
kupilih adalah jalan lurus yang ketemunya aliran irigasi
gede lagi).
Tidak terlalu lama kukayuh sepeda, akhirnya aliran irigasi sudah
kutemui lagi, disana aku melihat banyak
orang yang sedang berkumpul dipinggiran irigasi, ternyata, mereka sedang melihat peluncuran perahu yang dilakukan oleh masayarakat sebrang irigasi.
Akupun jadi ikut menyaksikan sambil istrirahat sejenak, dan kuambil beberapa gambar disana, sempat ngobrol2 sama Bapak2 yang juga lagi nongkronng disana.
Aku :Pak, itu perahu untuk apa
ya?
Bapak :Oh..untuk alat
transportasi antar
sebrang De, jadi
kalo nyebrang kesini gak perlu jauh2 lewat
jembatan, dan begitu juga sebaliknya.
Aku : Jadi begitu ya Pak, Pak nama desa disebrang sana
apa ya ? trus kalo mo kesana lewat mana ya ?
Bapak : itu nama kampungnya Kiara Jati, nah..kalau mau
kesana ade tinggal nyebrang jembatan yang
disebelah sana aja.
Aku : makasih ya Pak.
Kulanjutkan perjalanan dengan niatan kepengen tahu yang
dimaksud dengan kampong Kiara Jati tersebut, kulalui jembatan
dan akhirnya sampe juga di pintu masuk ke kampong Kiara Jati.
Dipertengahan kampong Kiara Jati, aku melihat banyak anak
yang sedang asik bersepeda, aku berhenti trus ku ambil
gambarnya, mereka generasi penerus para pencinta sepeda
(semoga amin…).
Ku Gowes kembali, tidak terasa aku sudah berada diujung kampong Kiara Jati, terus kulanjutkan dan ternyata keluarnya adalah jembatan kecil yang Cuma ada penyangga sebelah (kalau gak hati2 bisa nyebur
Ke Irigasi).
Berangkat pkl.16.00, sampai rumah sekitar Pkl. 17.30, jadi aku sudah
Gowes sendiri sekitar 1.5 Jam. Perjalanan yang penuh makna.
1. Aku bisa mengenal jalan2 yang sebelumnya belum pernah kulalui.
2. Aku Bisa kenal nama2 kampung/Desa yang sebelumnya belum pernah aku kenal
3. Akupun bisa tahu aktivitas2 yang dikerjakan oleh pendududk sekitar.
Mudah2, berikutnya akan ada teman yang juga ikut gowess bareng aku.
Next Trip ????? belum tahu tuh.
Yang pasti tanggal 20-Mei-2008 Off-Road bareng teman2 di PCC.